Sabtu, 10 Maret 2012

perkembangan ilmu geografi


BAB I
Pendahuluan


1.      Latar Belakang
Manusia sejak dahulu sudah mengenal geografi, bahkan dapat dikatakan umurnya seumur manusia di muka bumi. seperti ilmu pengetahuan lainya, pada awalnya geografi tidak di susun secara  sistematis seperti apa yang saat ini ,namun tentang pengetahuan tentang bumi dan  hanya berupa  catatan suatu tempat dan penghuninya dalam perjalanann umat manusia mejelajahi dunia  yang ke beradaanya selalu berkenaan dengan mitologi yang berkembang di masyarakat. Pengaruh  tersebut lambat laun semakin berkurang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan perkembanghan terakhir dengan adanya  penggunaan statistik dan penggunaan metode kuantitatif sebagai menjawab permasalahan  geografi yang memegang sejak dahulu. dalam perkembangan geografi bangsa Yunani kuno (klasik) berperan dalam mengawali pemikiran tentang  geografi dengan menjadikan suatu ilmu dan filosofi danterus berkembang hingga geografi mutakhir yang saat ini.
 Dari uraian  singkat diatas  kami bermaksud untuk mendiskusikan dengan pembahasan  Perkembangan Geografi Dari Masa ke Masa,  yakni  perkembangan  geografi klasik hingga geografi mutakhir.
2.      Rumusan Masalah
Dari  uraian latar belakang diatas maka dapat diambil sebuah  pertanyaan sebagai berikut;
a.       Bagaimana perkembangan Geografi dari masa ke masa dan para tokoh yang berpengaru dalam pemikiran geografi.
3.      Tujuan
 Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas dapat dirumuskan beberapa tujuan pembahasan sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui sejarah perkembangan geografi dari masa ke masa dan para tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan geografi.

.


BAB II
Perkembangan Geografi Dari Masa ke Masa


A.    Geografi Klasik

Geografi sudah di kenal sejak zaman yunani kuno dan tentang ilmu tentang pengetahuan bumi pada masa tersebut  masih di pengarui  oleh mitologi .  secara lambat laun pengaru metologi semakin berkurang seiring  dengan berkembangnya pengaruh  ilmu alam sejak abad ke -6 SM. Sehingga corak pengetahuan tentang bumi saat itu mempunyai  dasar ilmu alam dan ilmu pasti  adan di proses dengan penyelidikan tentang bumi   memakai logika. Kedudukan  geografi sebagai ilmu pengetahuan  dan obyeknya  masih di pertentangkan  oleh para ahli  sampai abad ke – 19 sampai abad ke -19  bercorak isi Geografi  yang hanya  berupa uraian  tentang daerah baru , adat istiadat , peduduk , dan gejala sifat alam , cara  pengumpulanya  hanya secara deskriptif. Pada masa sebelum masehi pandangan tentang geografi masi berupa  ilmu filsafat dan sejarah. Sehingga uraian geografi bersifat sejarah dan sejarah bersifat geografi dan pada masa ini  juga bersifat matematis karena masa itu ada pembuatan peta fisis.[1]
Pada awalnya penggambaran tentang  ruang  muka bumi di kemukakan oleh para pelancong  dengan  menggambarkan secara historis sesuai pengalaman mereka  Karena ada sisi berlainan di daerah mereka diantara tokoh:
Anaximadros  (550 SM Yunani) Seorang pembuat peta bumi . ia beranggapan  bahwa bumi berbentuk Silinder.
Thales (640- 548 SM) berpendapat bahwa bumi berbentuk keping silinder  yang terspung di atas air  dengan separu bola hampa diatasnya. Seabad kemudian pendapat ini hilang dengan adanya Parminedes  dengan pendapatnya bahwa bumi itu bulat , kemudian Heraclides  (320 SM) Berpendapat bahwa bumi berputar pada sumbunya  dari ara barat ke ara timur. Pada masa itu suda di kenal  dengan beberapa  zone iklim meski belum pada masa itu belum diketahui bahwa kondisi tersebut akibat letak sumbu bumi yang miring.
Herodotus (485 – 425 SM filsafat Yunani) Mengemukakan bahwa hubungan masyarakat  dengan faktor- faktor  geografi  di wilaya  yang bersangkutan  sangat erat. Pada tahun 450 SM. Ia membuat  peta dunia  dengan membagi  dunia menjadi tiga bagian  yakni Eropa , Asia dan Afrika. Peta Heredotus sangat berbeda dengan peta yang sekarang lihat. Pandangan geografinya sangat bersifat filosofis. Herodotus juga memilki pandangan bahwa bentuk bumi  seperti bulatan yang tersusun atas  dua bulanan yaitu : lapisan pertama adalah zat padat dan dengan air, dan yang kedua mengelilingi lapisan yang pertama dari  uap pada lapis bulatan pertama karena pengaruh panas matahari. Peta yang di buat Herodotus adalah peta yang satu bulatan yang berupa benua- benua yang mengelilingi lautan.
Hemerus ( Yunani ) Seorang  penjelajah ,ia menulis tentang keadaan laut tengah sebagai hasil jelajahnya.
Pitheas ( 340 SM.Marselie) membuat tentang uraian perjalanan  dari laut Eropa  ke Inggris.
Erastothenes dan Dikalarchos (276 – 194 SM)  Merupakan peletak dasar tentang ilmu bumi yang pertama dengan  karya tulisnya  sebanyak tiga jilid yang berjudul  Geografika. Ia membuat jaring- jaring derajad  di muka bumi , pengukuran pembuatan busur dilakukan antara Alexandria : 5000 stadia ( =910 km) keeliling bimi  252000 stadia ( =45.654 km). Pada karya tulisnya yang berjudul Geografika pada jilid pertama menjelaskan tentang perubahan  daratan dan lautan serta arus laut. Pada jilid ke dua diuraikan  tentang benda – benda langit  dengan jaring- jaring derajad Astronomi. Pada jilid yang ke tiga menguraikan tentang daerah dan penduduknya. Ia mengemukakan bahwa pada sebagian permukaan bumi tidak berpenduduk dan tidak bisa di huni.[2]
Strabo ( 64 SM – 24 M)  seorang ahli sejarah  pada yunani kuno  ia termasuk  berfaham geografi Determinis lingkungan.  Ia mengemukakan bahwa lingkungan sangat menentukan .  geografi berkenaan dengan lokasi karakteristik tertentu ddan hubungan antara tempat yang satu dengan yang lainnya di muka bumi secara keseluruhan

Claudius Ptomaeus (150M) menyusun peta dunia  yang menggambarkan benua Asia , Afrika dan Eropa. Ia menulis buku yang berjudul GEOGRAFICE HYPITEGESYS . yang menjekaskan bahwa geografi  merupakan suatu penyajian dengan peta  dari sebagian  permukaan bumi menampakan umum yang  melekat padanya. Dia juga menerangkan bahwa geografi berbedah dengan Chorografi , karena chorografi membicarakan tentang wilayah atau region tertentu yang penyajianya  dilakukan secara mendalam, Chorografi lebih mengutamakan penampakan asli suatu wilayah dan bukan ukurannya sedangkan geografi mengutamakan kuantitatif. Pendapat ini menjadi sumber bagi definisi geografi modern.
Ptomelous juga merupakan orang pertama yang menggolongkan iklim. Dia membagi iklim menjadi 24 zona  berdasarkan lamanya hari yang terpanjang yang dialami dari katulistiwa sampai kutub. Zona pertama meliputi garis lintang  sebanyak 81/2  zona ke 15  meliputi 1 derajad ke zona 24 meliputi garis lintang. Yang menjadi yang menjadi dasar  penghitungan adalah lamanya sinar matahari. Pada penggolongan ini btidak dperhitungkan faktoer dan unsur yang saling berhubungan ddan saling mempengaruhi.
Dari uraian tersebut maka: geografi berkembang sejak berabad – abad sebelum masehi. Para ilmuwan pada saat itu sudah menyadari  pentingnya geografi bagi kehidupan manusia.

B.     Geografi Pertengahan
Pada akhir abad pertengahan uraian tentang geografi masih bersifat pengumpulan pengalaman hasil perjalanan yang dilakukan melalui perjalanan baik darat maupun laut. Perjalanan yang di mulai melalui darat dikenal dengan’’ Via Appia’’perjalanan antara Roma ke capua (950) dan jalur sutra dari Tiongkok dengan timur tengah abad pertengahan sebagai sumber geografi yang sangat berharga pada masa itu. Perjalanan yang dilakukan merangsang ditemukanya wilaya baru yang belum terkenal dan diketahui sehingga masa itu dikenal dengan REVOLUSI GEOGRAFI..[3]
a.      Pesatnya perkembangan geografi di sebabkan oleh adanya gerakan pembaharuan dalam bidang seni , filsafat , renesaince dan humanisme agama. Pada masa ini selain di temukan daerah –daerah baru konsep geografinya bersifat matematis  mendapat perkembangan yang  lebih pesat dengan longgarnya tekanan  dari gereja. Pada masa itu para pelancong tidak sekedar hanya ingin tau dari sisi horisonya saja tapi ada misi lain yakni: Menemukan daerah baru sebagai sumber ekonomis sebagai kepentingan perdagangan untuk memperoleh kekayaan (Gold)
b.      Penyebaran agama mereka masing- masing sebagai misi suci mereka( Gospel)
c.       Sebagai akibat negatif  dari kedua  tujuann, di duga karena adanya perebuatan wilayah , pemasaran , peperangan akibat pemberontakan agama (Glory)
            Walaupun penjelajahan mereka di pengaruhi oleh motif tertentu (Gold, Gospel, dan Glory) dalam penulisan geografi masih dilakukan secara deskriptif dalam arti masih dalam usaha untuk  memberi penjelasan tentang apa apa yang dilukiskan. Selain tujuan diatas sebagian orang melakukan sebagai petualang dan hasil petualang bisa menjadi pembuka tabir dunia sebagai kekayaan ilmu pengetahuan tentang bumi. pada masa ini banyak di temuksn daerah baru konsep geografinya masih bersifat matematis mendapat perkembangan yang lebh pesat dari longgarnya tekanan dari gereja terhadap para ilmuan tentang pengetahuan dan penemuan yang bertentangan denagan tafsiran  gereja dan kitab suci.
            Tokoh  geografi di abad pertengahan adalah Seorang ahli filsafat dari Arab Ibnu Khaldun (1332-1406). menulis buku kesejarahan yang dapat dikatakan sebagai embrio ilmu kemasyarakatan. Ibnu Khaldun memperhatikan permasalahan irigasi, kehidupan bangsa nomad, dan aktivitas perdagangan di daerah gurun. Ibnu Khaldun juga menguraikan penyebab munculnya kerajaan-kerajaan Islam dan meramalkan ambruknya kerajaan-kerajaan tersebut. Ibnu Khaldun termasuk ahli geografi yang telah menunjukkan contoh cara menguraikan pengaruh lingkungan alam terhadap masyarakat dalam suatu wilayah. [4]
Al-Idrisi telah menggunakan sistem proyeksi silinder permukaan bumi, untuk menggambarkan sejumlah wilayah. Ini dilakukan jauh sebelum seorang ahli geografi bernama Flemish Gerard Mercator yang baru menggunakan sistem serupa pada 1569 Masehi. Salah satu sumbapgan penting Al-Idrisi dalam bidang yang ia geluti adalah informasi mengenai Eropa Barat. Di sisi lain, ada pula peta yang dibuatnya menjadi sumber bagi pengenalan sungai Nil. Peta yang ia buat kemudian ditemukan pada abad ke-19 di dataran tinggi Afrika.[5]
Markopollo ( 1277- 1295) Seorang petualang Eropa  yang melakukan perjalanan dari  Asia timur ke Asia tengah
Batholomous Diaz (portugis)  perjalananya di mulai dari  Tanjung Harapan  ( Afrika selatan  sampai 1986.
Vasco Da Gama (portugis). Rute berlayarnya seperti Batholomous DiaZ  dan meneruskan pada tahun 1497 dengan kapal sebanyak 4 dan 170 awak berlayar hingga sampai di indonesia pada tahun 1498
Columbus (Genoa)mengarungi samudera pada 1492 -1493 dari samudera Atlentik sampai ke Kubah Haiti hingga  menemukan benua Amerika. Tahun ke 1493- 1494 sampai di Bahama , tahun ke – 1498 sampai di pantai Venezuella dan tahun ke- 1502 – 1504 sampai di daratan Amerika  tengah.
Amerigo Vespuci (1501 – 1502. Italia). mengarungi samudera Atlantik sampai ke Tanjung Horn di patagonia dan menyebrangi samudera Pasifik dan mendarat di Filipina.
Ferdinand Meghelaens (1519- 1521). Mengarungi samudera Amerika Selatan  meneruskan ke filipina.
Nicolas Copernicus ( 1473 – 1543) . mengemukakan bahwa bentuk bumi adalah bulat bergerak pada porosnya(rotasi)  dan melakukan gerak edar mengelilingi Matahari(Revolusi) teori tersebut disebut teori heliosentris,  teori ini mematahkan teori Geosentris ( bumi sebagai pusat tata surya). Kemudian diteruskan oleh Galilio Galilei (1564- 1642) dan Johanes Keppler ( 1571- 1630). Memberi gambaran baru tenotang letak bumi di dalam susunan  tata surya. Pengaruh pada sarjana ilmu alam pada abad ke- 17  seoerti Newton ( 1629- 1695) Boyle (1627- 1691) Huygus (1629- 1695) menyebabkan orang mulai mempelajarinya secara mendalam proses terjadinya  gejala fisis seperti  gunung – gunung , laut , angin dan lain- lainya. Kondisi ini mulai berkembang menjadi geografi fisis di tengah masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut di atas menunjukan bahwa sampai abad ke- 18  geografi sangat berhubungan erat dengan sejarah dan Astronomi walaupun pada masa itu Erastothenes menggenukan istilah Geographia  namun artinya masih sederhana yakni Writing abaut the World. Bernhardus Verenius (1622- 1650). Ilmuan belanda , dengan karyanya berjudul Geografhia Generalis  Amsterdam (1650) . Dalam bukunya menguraikan berkenaan dengan kondisi fisik bumi dan hubungan  kehidupan bangsa- bangsa dalam hubungan pengaruh fisik bumi. Verenius berpendapat bahwa ada dualisme  di dalam geografi yakni geografi alamiah , meliputi litosfera, hidrosfera dan atmosfera dan yang ke dua geogarafi tentang fenoimena sosial budaya manusia. Sehingga Verenius membedakan geografi menjadi geografi umum ( Geographia Generalis )dan geografi khusus (geografi spcsialis),Geografi umum terdiri dari:General Absolut yaitu menguaraiakan tentang bentuk dan diensi muka bumi. Relativ  yaitu menguaraikan tentang iklim , musim , pasang naik dan pasang surut serta berbagai fenomeana Astronomis lainya. Comporativ ; menjelaskan perbandingan topografi.Geogafi khusus mencakup Chorographia yaitu deskriptif daerah yang besar dan luas .Typographia yaitu uaraian yang memuat daerah yang kecil dan sempit seperti desa , perkotaan dan lain- lainnya. Pada uraian khusus  yang  lain dikemukakan menurut jenis bahan yakni; Celestial properties yakni berkenaan dengan  keadaan benda angkasa dan pengaruh  terhadap kehidupan di muka bumi. Terestial yakni berkenaan dengan sifat dari isi daratan kecuali manusia. Human properties yaitu berkenaan dengan manusia di muka bumi.
C.    Geografi  akhir akhir Abad ke- 19 – Awal abad ke- 20
Pusat perhatian Geografi pada masa ini tertuju pada abad ke – 19 adalah masih terpusat pada iklim,tumbuhan, dan hewan, serta  terhadap benteng alam. Kebanyakan  ahli geografi pada periode ini memperdalam geologi dan mempergunakan metode geologi dalam penyelidikan sebaliknya geografi manusia menjadi  semakin lemah. Pada akhir abad ke -19  geografi manusia masih bercorak geografi Ritter tanpa adanya perpektif baru. Kenyataan ini mungkin di sebabkan karena kedudukan Ritter sebagai tokoh geografi di universitas Berlin setelah kematianya. Di masa ini juga mempelajari tentang bentang alam dan sumber daya air untuk menyarankan penggunaan tanah  suatu tempat dengan sebaik- baiknya. (Mayor Wisley Powel), pengobservasian sumberdaya ( george peskin Masrs),Mars berpendapat bahwah Van Humboldt dan Ritter merupakan tokoh aliran baru dalam geografi yang perna mengatakan seberapa jau keadaan  lingkungan fisikal yang kehidupan sosial dan kemajuan sosial. Sehingga Mars mempunyai pertanyaan bagaimana manusia meruba permukaan bumi  dalam hal ini Mars ingin menekankan bahwa bukan permukaan bumi yang menkankan kehidupan yang lebih baik namun kedaan jelek akan terjadi apabila manusia merusak lingkungan. Tokoh  yang berpengaru pada masa ini adalah
Friederich  Radzel menyatakan secara secara tagas bahwa alam menentukan kehidupan manusia paham fisis determinis  menjadi jelas . ajaranya  dikenal dengan Anthropogeographie. Ia menyatakan bahwa selain lingkungan alam  aktifitas manusia merupakan  faktoer penting  di lingkungan , adanya pengaruh  alam yang menentukan  sifat  badaniah  dan rohaniah kedua komponen ini saling berkaitan  erat  dengan pengaruh  alam  yang bekerja  terhadap manusia  hal ini seperti keadaan  bangsa yang berkulit hitam  yang keberadaanya di pengarui oleh  keadaan negeri yang panas  demukian juga dengan  kedaan daerah yang sejuk   mereka berkulit putih.
Dalam hal yang berhubungn dengan keadaan  rohaniah Ratzel  mengungkapkan adanya hubungan agama moteisme ( ditentukan alam). Isi dari Anthropogeoghraphinya Ratzel adalah a) menguraikan daerah – daerah yang dialami oleh manusia ( siedlung der menseheit). b) memiliki pengaruh alam terhadap kondisi fisik dan jiwa manusia (finfluss der natur auf den physik und der gest des menschen).
Berikutnya adalah pengikut Ratzel  Ellen C Semple memperlemah paham  determinis  menjadi geographie control  menurutnya faktor geografi  fisis tidak lagi ditetapkan  sebagai faktor  yang menentukan  kehidupan  manusia  melainkan dipandang  sebagai faktor  mengawasi  kehidupan manusia . kemudian guru besar Universitas Berlin Otto Schluter  dalam pandangan fisis  determinis  ia mengemukakan  konsep kultur  geografi yang memberikan kedudukan trhadap  faktor  manusia dan kebudayaan. Menurutnya obyek geografi adalah Landscanaft tempat  tinggal manusia  dan jalan lalulintas dan perkembangan kebudyaan dipergunakan sebagai dasar kerja geografi.
Elwosrth  Hunting ( 1876) Ahli  geografi , dalam pemikiranya dipengaruhi oleh geografi Ratzel , pemikiranya tertuang dalam karyanya  yang berjudul Civillization an climate. Ia menyatakan  bahwa iklim di suatu tempat memiliki pengaruh yang menentukan terhadap perkembangan aktivitas dan kebudayaan  penduduk  setempat , kelompok  dunia yang mengalami kemajuan pesat terdapat di daerah  yang menunjang kemajuan iklim sedang.
Paul Vidal de la Blanche ( 1854- 1918 ). Pandanganyan dipenganya dipengaruhi oleh paham determinis Anthropogegraphie. Langkah  metodeloginya adalah bahwa geografi  harus beranjak pada kenyataan  setiap adanya teori pemikiran  dan  kerangka  harus  dibuktikan. Bukti karya besarnya adalah General , hitoreque  et geographique.  Pandanganya tentang geografi  bahwa geografi bukan hanya sebuah pengetahuan buku semata tapi geografi ditempatkan diantara natural  science  dan human studies, menurutnya studi tentang   lingkungan fisikal dan masyarakat  telah dipengaruhi oleh lingkungan  fisikalnya daerah dimana proses ini telah  berlaku yang akan membentuk  suatu  unit ( wilayah atau region )
Uraian tersebut menunjukan secara jelas  bahwa yang dimalsud  dengan wilayah  oleh Vidal  adalah  arena dimana berlakunya  interaksi antara manusia  dengan  fisikalnya  yang bersifat  lokal ini menunjukan wilayah berbedah  dg wilayah lain. Pengertian tentang regio pertama kali di kemukakan olehnya dengan karyanya yang berjudul La France ( 1887 ) , menyatakan pentingnya geografi mempelajari kenyataan – kenyataan  daerah , pentingnya geologi dalam mencari hubungan alam dan manusia sebagai areal differentiation , manusia memerankan peranan aktif dan pasif , hubungan manusia tidak statis  melainkan berubah – ubah sesuai  dengan proses penyesuaian  dengan alam atau stimulus  pengaruh- pengaruh  alam  terhadapnya.
Vidal juga mengajarkan  bahwa geografi  harus ;1) merepakan kesatuan gejala – gejala alam Interpendendi dan interkoneksi antara faktor – faktor  fisis. 2) kombinasi yang beragam beserta modifikasi gejalah alam terutama iklim dunia . 3) mempunyai hubungan  dengan gejala- gejala  alam di permukaan bumi . 4) mengenal kekuatan lingkungan dalam beragam bentuk. 5) memiliki metode  ilmiah  dalam memberi definisi , klasifikasi yang  ada . 6)  mengetahui peranan  manusia dalam  menguasai  lingkungan alam. Geografi menekankan menyelidiki dan mempelajari akibat usaha manusia pada permukaan bumi serta peninggalannya  sesudah daerah  itu dai pakai sebagai tempat tinggalnya baik penyebaran , kepadatan , gerak, horisontal penduduk , sistem transportasi dan akhirnya berusaha memberikan suatu  perencanaan guna memajukan , daerah tersebut. Berdasarkan pandangan tersebut  Vidal menunjukan bahwa setiap individu memberikan sejumlah kemungkinan yang beerbeda bagi setiap  tempat dan human society yang menentukan  kemungkinan  tersebut , sebuah pernyataan inilah yang kemudian menjadi sebuah paham Posibilisme. Geografi merupakan pengetahuan yang menekankan  tentang  tempat – tempat  yang berubungan  dengan  kualitas produksi dari daerah  serta ciri-ciri khas  daerah tersebut  dinyatakan  oleh keseluruhan  gejalah dan keragaman tempat  tapi semua itu ditentukan oleh faktor Genre de Vie  yaitu tipe  proses produksi  yang di pilih oleh manusia  dari kemungkinan  yang di berikan oleh alam dan tingkat kebudayaan suatu daerah.
Jean Brunhes ( 1864- 1930 ) merupakan ahli geografi prancis ia adalah murid dari Vidal dan meneruskan paham Vidal. Dalam bukunya yang berjudul Geographiehumaine yang menerangkan pengertian regio yang berada pada regio,tanah ,regio fisiografi, regio ekonomi. Sehingga karyanya ini menjadi sebuah buku Pengantar geografi sosial. Brunhes membatasi lapangan kerja  geographie humaine   kepada benda –benda yang bersifat material  dan dapat ukur. Faktor  manusia sangat penting  dalam perkembangan kebudayaan tersebut. Georafi Brunhes berbeda dengan gurunya Vidal , isi geografi Brunhes adalah pola settlement  di muka bumi , bentuk ruma , kota , desa dan sebagainya, penguasaan dan penyesuaian Vegetasi dan hewan dengan teknik pertanian , uraian tentang ekonomi penduduk.


D.    Geografi Modern

Pandangan ini mulai berkembang pada abad ke -18. Pada masa ini geografi sudah dipandang sebagai suatu disiplin ilmiah dan  ilmu yang sudah di pandang dari sudut praktis. Para tokonya adalah:[6]
Immanuel Kant (1724- 1804). Merupakan seorang ahli filsafat dari Universitas Koningsburg dari jerman yang memiliki pemikiran yang sama  seperti Verinius. Dia memandang bahwa ilmu pengetahuan dapat dipandang dari tiga pandangan yang berbeda yaitu: (a) Ilmu pengetahuan yang menggolongkan fakta berdasarkan pada obyek yang di teliti kategori ini disebut dengan ‘ilmu pengetahuan sistematis’, seperti botani, geologi dan sosiologi. Menurut Kant pendekatan yang dipergunakan ilmu sistematis adalah studi kenyataan. (b) Ilmu pengetahuan yang memandang hubungan fakta- fakta sepanjang masa. Ilmu ini adalah sejarah. (c) Ilmu pengetahuan yang berasosiasi dalam ruang ,dan ini ilmu bidang Geografi. Meski demikian , terdapat berbagai pertentangan terhadap pemikiran Kant, misalnya apakah ilmu pengetahuan sistematis dalam mempelajari fenomena tidak tergantung ruang dan waktu. Secara sistematis   Kant membagi geografi menjadi tiga yaitu: (1) Mathematical  geographi (geografi matematika). (2) Moral geographi (geografi moral ).(3) political geographi (geografi politik).(4) physical geographi (geografi fisis ).(5) Marchantile geographi (geografi perdagangan). (6) Thelogical geographi (geografi agama). Kant mendapat juluikan bapak Geografi politik , ia juga dianggap sebagai peletak geografi modern menurutnya geografi bukan sekedar sebua ikhtisar tentang keadaan alam, namun juga letak dari dasar sejarah.
Alexander Baron Van Humboldt (1764- 1859). Merupakan seorang ahli ilmu pengetahuan yang penampakanya adalah fisikal dan biologikal. Ia mengenalkan pengertian ekologi (ecology) yaitu  ilmu pengetahuan yang menyelidiki hubungan antara vegetasi dengan ketinggian tempat.
Harl Ritter (1779-1839). Seorang profesor Geografi  pertama dari Universitas Frederich Wilhm , Berlin jerman. Pemikiranya sejalan dengan Humboldt . pandangan tentang geografi di pengaruhi oleh paham religius menurutnya bumi di ciptakan oleh tuhan  agar manusia belajar dan memakainya sebagai tempat tinggal. Pandangan ini merupakan  dasar pemikiranya yang Fisis Determinis. Namun faktior manusia mulai mendapat perubahan dalam geografi  hal ini yang menyebabkan dia sebagai bapak geografi sosial. Baginya mempelajari bumi dari aspek fisis adalah menempatkan bumi sebagai tempat tinggal dan bagian dari tempat tinggal manusia. Ritter memandang bahwa permukaan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan menggolongkan permukaan bumi menjadi wilayah alamiah  dan mempelajari unit bagi masyarakat yang menempatinya dan masyarakat yang perna menempatinya.
Charles Darwin (1809-1882). Seorang naturalis inggris yang terkenal dengan teori evolusi. Empat tema yang merupakan sumbangan biologi terhadap geografi yaitu; Ide perubahan dari waktu ke waktu.(the idie of change through time). Ide organisasi (the idie organisazion). Ide perjuangan (The idie of strunggle and seleciont). Ide kerandoman (The randomnes or chance caracter of variacions in natere). Keempat pemikiran tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan geografi pada masa itu dan masa setelahnya.

E.     Geografi Mutakhir
            E. A. Wrigley (1965) mengemukakan pendapatnya bahwa semua metode analisa dapat digunakan dalam kajian geografi selama analisa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Wrigley juga berpendapat bahwa geografi adalah disiplin ilmiah yang berorientasi pada masalah (problem oriented) dalam mengkaji interaksi antara manusia dan lingkungannya. Pandangan geografi mutakhir juga ditandai oleh adanya kajian-kajian geografi yang bersifat tematik dalam suatu wilayah, terutama interaksi antara manusia dan lingkungannya. Di dalam kajian tersebut telah menggunakan metode statistik dan pemanfaatan komputer untuk menganalisa dan menyimpan data. Geografi Mutakhir Roger Minshull akhir-akhir ini membahas perubahan geografi dan mencatat 3 gejala: 1). Jenis bidang khusus yang dipelajari bertambah. 2) Penyelesaian masalah ditekankan pada kausalitas dan hubungan.
3) Penelaahan fenomena diutamakan dimana fenomena tersebut terdapat.
            Minshull mendefinisikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari tentang:
 Bentang alam, tempat, ruang, pengaruh alam atas manusia, kovariasi pola wilayah, lokasi, sebaran ,ketergantungan, kombinasi gejala dipermukaan bumi, sistem alam-manusia, sistem manusia-alam, relasi dan reprositas, ekologi manusia, perbedaan wilayah dan antar hubungan gejala.
Ditemukan pula tujuan studi geografi, yaitu:1) penguraian wilayah yang berlainan. 2). pemahaman atas pengaruh lingkungan alam atas manusia. 3) perencanaan sosial ekonomi. 4 )pemahaman atas gejala-gejala kombinasinya. 5) pemahaman atas persebaran dalam ruang. 6) pembuatan hukum tentang perilaku dalam ruang. 7) penyusunan model yang melukiskan susunan dalam ruang.  
Perbedaan geografi lama dengan yang baru adalah geografi lama merupakan ilmu yang bersifat retrospektif yang berorientasi pada masa lampau dari tata kerja serba ideografis. Sedangkan geografi yang kita kenal adalah ilmu yang bersifat prospektif, nomotetis yang mampu menemukan hukum-hukum dari fenomena-fenomena yang dikaji. Dengan demikian geografi mampu meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan.

F.     Perkembangan Geografi Politik, Geopolitik dan terapan
Geografi politik pertama kali di kemukakan oleh Frederich Ratzel yang melihat adanya hubungan antara alam dan manusia penghuninya. Ratzel mengemukakan bahwa adanya hubungan faktor fisis geografi dengan ras-ras yang ada di masing- masing negeri.(politische geographi ). Menurutnya bentuk pemerintahan negara ditentukan oleh alam,  geografi politiknya berdasarkan  pemikiran  geografi determinis. Dan pemikiranya juga di dukung oleh pemikir jerman bahwa geografi politik perlu dikembangkan untuk diambil manfaat bagi kepentingan negara dan bangsa.
Geopolitik merupakan cabang ilmu geografi yang berkaitan dengan realitas kondisi geografi suatu wilayah dalam hubungannya dengan aspek/masalah intenasional atau antar negara. konsep geopolitik mulai dikembangkan di Inggris oleh Sir Halford Mackinder mulai tahun 1904. Pada tahun 1919 Mackinder mengembangkan konsep yang berintikan kekuatan di darat (land based power). Dia menggemukakan teorinya bahwa Rusia merupakan ”Heartland” dari Eurasia. Eurasia dan Afrika mewakili ”World Island”. Dalam pandangan Mackinder, kekuatan yang bisa menguasai ”Heartland” akan menjadi superpower. Setelah Perang Dunia I sekolah tentang geopolitik di Jerman dikembangkan di bawah Jendral dan Profesor Karl Haushofer. Dia mengkombinasikan pemikiran Ratzel, Kjellen dan Mackinder dalam membangun sekolah geopolitik di Jerman. Dari Ratzel ide tentang Lebensraum atau ruang, dari Kjellen ide Autarky atau pemenuhan sendiri kebutuhan nasional dan ide ”Heartland” dari Mackinder. (http://www.scribd.com/doc/55832077/Tugas-Mk-Geografi-Politik)

Geografi Terapan.Seperti ilmu- ilmu lainya geografi  mempunyai kegunaan praktis dalam memberikan sumbangan ke berbagai lapangan kehidupan. Teori yang digunakan mengembangkan lapangan kehidupan yang sudah ada maupun yang baru.terutama perencanaan dan pemanfaatan ruang bumi seperti pemanfaatan lahan pertanian, industri, dan pembagnunan pemukiman kota dan konversi daerah.[7]
Perkembangan geografi terapan di mulai di inggris pada tahun 1942 yang di pelopori oleh Dudly Stamp dalam mengorganisasi lahan pertanian di inggris untuk tetap melakukan perlawanan peperangan terhadap Nazi jerman. Setelah perang dunia kedua berakhir geografi menjadi hal yang di rasa penting untuk pembangunan eropa yang  telah tepora poranda akibat perang. Berbagai lembaga perencanaan di dirikan.        Kemudian di ikuti oleh negara- negara Amerika utara, Amaerika selatan , Asia, dan Australia. Pada kongres geografi internasianal stokholm pada 1960 di sepakati resolusi yang meminta setiap anggota nasional pada kongres internasial geografi internasional di lodon pada 1964 berkenaan menyampaikan laporan tentang geografi terapan yaitu; 1) isi dan kejelasan cakupan geografi terapan serta manfaat yang di berikan dalam pengaturan dan tata ruang da perkembangannya. 2)inventaris  pekerjaan yang memanfaatkan geografi terapan. 3) bagian pengajaran sebagai pelengkap Universitas untuk mempersiapkan tenaga kerja geografi terapan.  Pada masa ini pemanfaatan geografi tidak terlepaskan lagi bagi pembangunan di dunia. Kondisi ini membuktikan bahwa geografi adalah ilmu yang penting bagi umat manusia dalam mengelola dan memanfaatkan segala yang ada di ruang  muka bumi  sehingga menjadi nilai tambah bagi manusia dalam kehiidupan di muka bumi ini
G.    Perkembangan Geografi Indonesia
Geografi di kenal di indonesia sudah di kenal sejak kependudukan belanda yang di bawa oleh ilmua belanda  yang melakukan studi kajian Hindia Belanda. Aadrijskunde sama yang seperti di belanda. Awalnya perkembangan geografi  mengikuti perkembangan ilmu geografi belanda dan semakin pesat berkembang seiring banyaknya ilmuan belanda yang melakukan studi ke indonesia. Penggunaan istilah Aadriijskunde di sekolah –sekolah indonesia cukup lama dan berakhir ketika belanda pergi yang di kalahkan oleh jepang. Setelah di kuasai jepang penggunaan istilah tersebut di ganti dengan istilah bahasa setempat. Ilmuan indonesia seperti Adi nnegoro dan Adam Bachtiar menyelaraskan istilah dengan ilmu Bumi. istilah ini dipergunakan di sekolah – sekolah dan berjalan lama bahkan sampai sekarang istilah  ilmu bumi dalam geografi masih dikenal. Penggunaan istilah sebanarnya di mulai pada tahun 1955. Setelah terdapat perguruan tinggi dan kader – kader indonesia yang mempelajari dalam bigang geografi. Setelah diadakan seminar geografi di semarang pada 1972 yang menghasilkan keseragaman dalam mengisi dan menggunakan geografi sebagai ilmu pengetahuan tentang tata ruang,untuk pengistilahan ilmu bumi lebih tepat diartikan geologi karena geo itu bumi dan logos adalah ilmu.[8]
BAB III
Analisis Dan Kesimpulan

Pada masa geografi klasik ini, masih sebagai ilmu dan filosofi dan pengetahuannya masih dipengaruhi oleh mitologi yang kemudian berkembang menjadi ilmu alam dan ilmu pasti. Tokoh pada masa geografi klasik  yg sangat berpengaru diantaranya : Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy.
Pekembangan abad pertengahan, Pada masa ini geografi sudah tampak sebagai ilmu bumi yang mempelajari fenomena alam dab fenomena social budaya. Tokoh geografi abad ini adalah Bemhardus Veranius. Pada Jaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalanan Marco Polo, geografi menyebar ke seluruh Eropa.
Pada periode geografi modern, berkembang lebih jauh dengan diletakkannya dasar pengetahuan empiris pada geografi melalui prosedur induktif dengan melakukan observasi dan penjelajahan dalam menyusun hukum-hukum umum pada studi geografi. Tokoh pada masa geografi modern : Alexander Van Humboldt dan Karl Ritter.
Perkembangan akhir abad 19 – awal abad ke- 20. Perkembangan pada masa ini ditandai oleh aliran fisis determinisme, possibilisme dan cultural determinisme. Tokohnya: Frederick, E Huntington, Vidal de la blache, dan Jean Brunches.
Orientasi  geografi mutakhir mengkaji  disiplin ilmiah yang berorientasi pada masalah (problem oriented) masalah interaksi manusia dengan lingkungannya yg bersifat tematik dalam suatu wilayah.( E. A. Wrigley (1965)
Di dalam kajian tersebut telah menggunakan metode statistik dan pemanfaatan komputer untuk menganalisa dan menyimpan data










http://www.scribd.com/doc/55832077/Tugas-Mk-Geografi-Politik
http://geo93unj.weebly.com/belajar-geografi.html
http://geografiterapan.blogspot.com
http://bataviase.co.id
Iwan Hermawan,2009 Geografi Sebuah Pengantar:perkembangan geografi. Private Publising, Bandung  (http://www.scribd.com/doc/18793924/Geografi-sebuah-pengantar)


[1] http://www.scribd.com/doc/18793924/ 24,09, 2011 Geografi-sebuah-pengantar  (Dr.Iwan Hermawan,M.Pd.GEOGRAFI.Sebuh Pengantar, Private Plubising,Bandung 2009.hlm4 )
[2] Ibid.hlm 8         
[3] Ibid.hlm 12
[4] http://geo93unj.weebly.com/belajar-geografi.html

[5] Ibid.hlm 16
[6] Ibid.hlm 19
[7] Ibid.hlm 50

[8] Ibid.hlm 46

Tidak ada komentar:

Posting Komentar